Psikologi Jiwa

20.58 0 Comments

Kekuatan dan musuh terbesar kita ada dalam diri kita sendiri
Hello guys.. Apa kabar?
For the first time, pembahasan ini secara tiba-tiba menarik perhatian saya sehingga kita akan membahas bagaimana menjadi seorang mahasiswa yang berkarakter. Namun, kali ini tidak hanya sekedar berkarakter melainkan mempunyai mutu, kualitas, serta visi dan misi untuk mencapai masa depan yang cerah. Untuk kedepannya, saya akan terus mengisi dan berbagi blog ini dengan ilmu-ilmu yang sangat membantu dan pastinya bermutu.

Nah, mari kita mulai. Contoh sederhananya saya misalkan seorang perempuan yang bernama Beti yang tidak mau membuka instagram selama 30 hari demi menghilangkan ketergantungan atau kecanduannya terhadap social media.

Dan ya, hal itu ia lakukan benar-benar selama 30 hari sesuai dengan harapan dan tekadnya. Seseorang jika sudah mempunyai niat maka dia akan berusaha untuk mencapainya. Menurutnya angka 30 dianggap cukup untuk membiasakan kebiasaan baru agar menjadi rutinitas yang efektif. Jika kita bisa melewatinya artinya kita sudah dapat merubah kebiasaan kita agar menjadi pribadi yang efektif.

Dari contoh diatas, bisa dilihat bahwa Beti adalah orang yang punya tekad kuat untuk berubah menjadi lebih baik.
Latihan ini bisa diaplikasikan dan ditiru dalam kehidupan kita masing-masing.
Nah, kemudian ada pertanyaan mengapa kita harus menjadi pribadi yang efektif?

Tentu saja kita ingin memiliki teman yang bisa memberikan energi positif, tidak suka berbohong, disiplin, tepat waktu dan memiliki kepribadian yang baik. Inilah cara bagaimana kita bisa disukai oleh orang lain. Karena memang fitrah manusia ingin dihargai dan disenangi banyak orang. Saya berharap mahasiswa-mahasiswa diluar sana bisa merubah sikapnya dan menjadi pribadi-pibadi tangguh dan berkarakter.
Dan terakhir salam hangat dari saya,
Hai ilmu dan jiwaku!
STOP WISHING. START DOING.

0 komentar: