Motivasi

21.23 0 Comments

MOTIVASI

Apakah yang disebut dengan motivasi? Apa-apa saja perspektif yang terdapat di dalam motivasi itu sendiri? Berikut penjelasannya.

Motivasi : sebuah proses yang memberi semangat, arah, dan kegigihan perilaku.
Motivasi merupakan aspek yang sangat penting dalam proses pembelajaran, ini merupakan komponen yang paling penting dari prinsip psikologi learned center. Perilaku yang sudah diberi motivasi akan menjadi perilaku yang terarah, penuh energy dan yang pastinya tahan lama.
Perspektif motivasi yaitu :

·         Perspektif Behavioral : Behavior menekankan pada punishment dan reward sebagai kunci dalam menghidupkan motivasi murid. Insentif adalah peristiwa atau stimuli positif atau negatif yang dapat memotivasi perilaku murid. Insentif ini dapat menambah minat atau kesenangan pada pelajaran, dan mengarahkan perhatian pada perilaku yang tepat dan menjauhkan perilaku yang tidak tepat. Motivasi murid sebagai konsekuensi dari insentif eksternal.


·         Perspektif Humanistis :
Humanistis menekankan pada kapasitas murid untuk mengembangkan kepribadian, kebebasan untuk memilih nasib, dan peka terhadap orang lain. Perspektif ini berkaitan dengan “Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow”, yaitu kebutuhan individu harus dipuaskan dalam urutan berikut:
(dari yang paling tinggi ke yang paling rendah)
1.      Aktualisasi diri
2.      Harga Diri
3.      Cinta dan Rasa Memiliki
4.      Keamanan
5.      Kebutuhan Fisik

Aktualisasi diri adalah motivasi untuk mengembangka potensi diri secara penuh sebagai manusia. Tahap ini merupakan yang paling tinggi dan sulit dalam hierarki Maslow.


·         Perspektif Kognitif
Kognitif menekankan pada ide-ide seperti motivasi internal murid untuk mencapai sesuatu, atribusi mereka, dan kegagalan serta mereka dapat mengontrol lingkungannya secara efektif. Perspektif kognitif juga berfokus pada arti penting dari penentuan tujuan, perencanaan, dan monitoring menuju suatu tujuan.
Perspektif Kognitif bertentangan dengan Behavioral, karena berpendapat bahwa tekanan eksternal seharusnya tidak dilebih-lebihkan.
Contohnya seperti murid meraih prestasi yang tinggi bukan karena kebutuhan biologisnya, melainkan karena punya motivasi internal untuk berinteraksi dengan lingkungan secara efektif.


·         Perspektif Sosial
Kebutuhan afiliasi atau keterhubungan adalah motif untuk berhubungan dengan orang lain secara aman, membutuhkan pembentukan, pemeliharaan dan pemilihan hubungan personal yang hangat dan akrab. Kebutuhan afiliasi murid terlihat dari motivasi untuk menghabiskan waktu bersama teman, orang tua, dan keyakinan untuk menjalin hubungan postif dengan guru. Sebuah studi mengatakan factor penting dalam prestasi murid salah satunya adalah persepsi mereka apakah hubungannya dengan guru bersifat positif atau tidak. Murid yang punya hubungan penuh perhatian dan supportif biasanya akan memiliki sikap akademik yang positif dan akan lebih senang bersekolah.


Motivasi terdiri dari :
a.       Motivasi Ekstrinsik :
Melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain(cara untuk mencapai tujuan).
b.      Motivasi Intrinsik :

Motivasi internal untuk melakukan sesuatu demi sesuatu itu sendiri(tujuan itu sendiri).

0 komentar: